Selasa, 17 Januari 2017

MIMPI BURUK

Mimpi buruk merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang diliputi oleh perasaan cemas, tertekan, takut, bahkan teror yang kuat saat dia tidur. Kondisi ini biasanya terjadi di malam hari dan yang mengalaminya sebagian besar adalah anak-anak berusia antara 3-6 tahun.
Mimpi buruk yang dialami oleh anak-anak biasanya disebabkan oleh hal-hal yang membuat mereka khawatir atau takut sebelumnya, misalnya karena menonton film atau membaca buku cerita seram.
Ketika anak-anak mengalami mimpi buruk dalam tidurnya, biasanya mereka akan terbangun seketika dan menceritakan kejadian dalam mimpi buruk tersebut pada orang tua sesuai dengan apa yang mereka ingat.
Meskipun sebagian besar dialami oleh anak-anak, mimpi buruk juga bisa dialami oleh orang dewasa, hanya saja penyebabnya tidak sesederhana pada anak-anak. Mimpi buruk yang dialami oleh orang dewasa bisa disebabkan beberapa faktor seperti:
  • Trauma
  • Stres
  • Efek samping obat seperti penghambat beta, antihipertensi, dan antidepresan
  • Kurang tidur
  • Menderita penyakit gangguan tidur
  • Menderita gangguan psikologi, misalnya gangguan kecemasan.

Diagnosis mimpi buruk

Mimpi buruk biasanya jarang terjadi setiap hari. Dampak mimpi buruk hanya pada penurunan kualitas tidur dan tidak berbahaya secara fisik. Meskipun begitu, mimpi buruk juga bisa menjadi sesuatu yang mengganggu apabila seseorang mengalaminya hampir tiap hari. Kurangnya jam tidur serta kualitasnya yang menurun, lambat laun akan berdampak kepada kesehatan seseorang. Karena itu temuilah dokter jika hal tersebut terjadi pada Anda.
Untuk mengetahui apakah mimpi buruk yang Anda sering alami berkaitan dengan penyakit gangguan tidur, dokter biasanya akan menyarankan sebuah metode diagnosis yang disebut polisomnografi atau perekaman aktivitas tidur.
Pemeriksaan ini mengharuskan Anda bermalam. Selain akan memantau tidur Anda melalui kamera, dokter juga akan melakukan pengujian dengan cara memasang sensor pada kepala dan bagian tubuh Anda yang lainnya. Pemasangan sensor ini berguna agar dokter mengetahui:
  • Ritme atau detak jantung
  • Tingkat oksigen dalam darah
  • Deru napas
  • Gelombang otak
  • Gerakan mata dan kaki
Data yang didapat dari pemeriksaan ini akan membantu dokter menentukan apakah Anda mengalami gangguan tidur dan jenisnya.

Penanganan mimpi buruk pada anak-anak

Jika anak Anda mengalami mimpi buruk, cobalah untuk menenangkannya dan membuat dia senyaman mungkin. Pandu anak Anda untuk melakukan terapi sederhana, yaitu dengan menarik napas dalam-dalam, agar dia tenang.
Setelah situasi terkendali, mintalah anak Anda menceritakan kembali apa yang dilihat dalam mimpi buruknya itu dan berikan pengertian bahwa itu tidak nyata dan tidak akan bisa menyakiti dia. Bila perlu, hibur anak Anda dengan menceritakan ulang mimpi buruk tersebut dan berikan ending (akhir) cerita yang membahagiakan (kreasi ulang). Dengan begitu si Anak akan percaya bahwa makhluk-makhluk dalam mimpinya tersebut bukan makhluk jahat.
Alternatif lainnya adalah dengan meminta anak Anda menggambar makhluk yang ada di dalam mimpi buruknya tersebut pada secarik kertas kemudian “ajak bicara” agar tidak mengganggunya lagi.
Agar anak Anda bisa tidur kembali dengan tenang dan nyaman setelah langkah-langkah peredaan Anda lakukan, Anda bisa meninggalkan kamarnya dalam keadaan terang dan pintu terbuka. Apabila Anak Anda masih merasa takut, Anda bisa menemaninya tidur.

Penanganan mimpi buruk pada orang dewasa

Pengobatan mimpi buruk pada orang dewasa diperlukan jika kondisi tersebut sudah mengganggu kesehatan serta kegiatan Anda sehari-hari.
Apabila gangguan mimpi buruk diakibatkan oleh masalah psikologi, seperti gangguan kecemasan dan stres, dokter biasanya akan menyarankan konseling atau membantu Anda melalui teknik-teknik pereda stres. Hampir sama dengan penanganan mimpi buruk yang disebabkan oleh trauma, dokter biasanya akan menyarankan terapi citra atau imagery rehearsal therapy (IRT) yang bertujuan menurunkan frekuensi mimpi buruk. Pada terapi ini, penderita akan diingatkan pada mimpi buruknya dalam keadaan sadar dan diberikan akhir cerita yang menyenangkan pada mimpi tersebut. Kemudian pasien akan disarankan untuk mengulang-ulang cerita tersebut di pikirannya.
Apabila gangguan mimpi buruk disebabkan oleh efek samping obat dari suatu pengobatan yang tengah Anda jalani (misalnya obat penghambat beta, antihipertensi, dan antidepresan), sebaiknya konsultasikan kembali kepada dokter yang meresepkannya agar diberikan solusi alternatif.

sumber:alodokter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar